Tanda Bayi Sudah Cukup Minum ASI

Tanda Bayi Sudah Cukup Minum ASI : Proses menyusui bayi adalah salah satu proses membahagiakan bagi semua ibu. Bagi Bunda yang baru pertama kali memiliki bayi mungkin masih membutuhkan penyesuaian tentang tanda bayi sudah cukup minum ASI. Walaupun setiap bayi memiliki cara tersendiri mengekspresikan diri, tetap ada beberapa gambaran umum yang biasa dilakukan semua bayi.

Ciri umum tersebutlah yang akhirnya dijadikan acuan beberapa ahli untuk membuat panduan tentang menyusui bayi. Bagi Bunda dan Ayah, penting untuk mengetahui kapan bayi merasa lapar dan ketika sudah kenyang. Memahami kedua hal tersebut akan membuat bayi menjadi tidak mudah rewel dan lebih nyaman. Kedekatan antara orang tua dan bayi juga akan lebih terjaga.


Tanda bayi sudah cukup minum ASI maupun ketika lapar bisa dilihat saat bayi lahir hingga usia 7 bulan. Ketika bayi memasuki lebih dari usia tersebut maka biasanya tanda-tanda tersebut akan berkurang sehingga orang tua harus lebih peka dalam mengetahui kebutuhan bayi. Proses menyusui bukan hanya tanggung jawab Bunda tetapi juga ayah, baca juga : Manfaat Dan Kandungan Pada ASI

Untuk bayi yang masih menyusu, maka ketika mereka kenyang gerakan tubuh mereka akan memperlihatkan hal tersebut. Tetapi bagi bayi yang diberikan ASI perah dengan cara disuapi, maka dibutuhkan perhatian ekstra dari orang tua. Bayi yang belum cukup meminum ASI akan kembali merengek meminta minum, sedangkan bayi yang terlalu kenyang malah bisa menyebabkan bayi muntah.

Mengenali Tanda Bayi Sudah Cukup Minum ASI Dan Saat Lapar

Pembagian Tingkat Lapar Bayi

Bayi yang merengek memang belum tentu meminta makan. Tetapi bayi yang lapar sudah bisa dipastikan akan rewel dan menangis. Buah hati Bunda yang mungil ini memang belum mengerti bagaimana cara mengatasi kondisi tubuh mereka, sehingga menangis menjadi salah satu cara mereka untuk memberitahukan orang dewasa bahwa mereka membutuhkan sesuatu.

Ternyata, keadaan lapar bayi memiliki tingkatan. Dengan memahami tingkatan ini maka Bunda dan Ayah bisa menyiapkan waktu untuk memulai memberikan ASI kepada buah hati. Perlu diingat bahwa bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan hanya membutuhkan ASI sebagai makanan pokok mereka sehingga tanda bayi sudah cukup minum ASI dapat terpenuhi walau tanpa makanan pendamping.

Pada masa awal saat bayi mulai merasa lapar, kepala mereka akan bergerak ke kanan dan ke kiri lebih sering. Mulut juga akan sering terbuka seakan sedang mencari-cari sesuatu. Gerakan badan bayi juga sudah terlihat gelisah. Pada masa ini bayi belum terlalu menginginkan ASI, sehingga jika Bunda masih harus melakukan pekerjaan bisa diselesaikan terlebih dahulu.

Ketika berada di periode tengah, tangan bayi akan mulai menggapai-gapai dan gerakan tubuh mereka lebih intense. Inilah penyebab menggendong bayi tidak disarankan, yaitu agar Bunda dapat melihat gerakan bayi ketika mereka membutuhkan. Terakhir adalah bayi sudah mulai menyedot tangannya sendiri seperti ketika menyusu.

Tanda terakhir ketika mereka ingin segera mencapai tanda bayi sudah cukup minum ASI adalah mulai menangis hingga kulit mereka memerah. Pada saat ini, bayi sudah tidak bisa lagi menahan rasa lapar mereka. Sebelum memberikan ASI, Bunda harus menenangkan bayi terlebih dahulu dengan usapan lembut, memeluk serta mulai skin-to-skin.

Genggaman Lebih Rileks

Saat bayi masih lapar, ketika menyusu, mereka akan menggenggam payudara Bunda dengan kuat. Mereka juga akan menyusu dengan sangat bersemangat sehingga Bunda akan merasakan ASI yang keluar dengan sangat cepat dan banyak. Ketika bayi mulai kenyang, gerakan menyedot mereka akan berkurang, begitu pula dengan genggaman tangannya.

Tanda bayi sudah cukup minum ASI adalah mereka mulai tenang dan lebih santai. Ketika tangan bayi sudah terbuka, maka Bunda bisa melepaskan perlahan payudara Bunda. Ketika mereka tidak menolak ketika dilepaskan dari payudara maka itu tandanya mereka sudah kenyang. Ini perlu dilakukan karena agar bayi tidak kekenyangan.

Santai Dan Tertidur

Ketika sudah kenyang, umumnya bayi akan terlihat lebih santai bahkan tidak jarang ada yang tertidur. Bayi mungil Bunda juga tidak lagi bergerak agresif seperti ketika masih sangat lapar. Ketika anak sudah mulai menghentikan aktivitas menyusu, segera lepas payudara Bunda dari mulut bayi. Hal ini disebabkan bayi belum mengetahui bagaimana sebenarnya kondisi kenyang tersebut.

Bunda harus tahu bahwa gerakan tangan dan juga tubuh bayi ketika memberikan tanda bayi sudah cukup minum ASI tidak selamanya terlihat. Semakin besar bayi, mereka akan semakin mengerti dan membedakan kondisi lapar dan kenyang. Sehingga secara otomatis mereka akan dengan jelas melepaskan diri dari payudara Bunda ketika sudah kenyang.

Sendawa Dan Gumoh

Beberapa bayi memang ada yang terus menyusu walaupun sudah menunjukkan tanda kenyang. Sebagian Bunda pasti merasa tidak tega melepaskan posisi ini ketika melihat buah hati masih ingin menyusu, tetapi Bunda juga perlu ingat bahwa jangan sampai malah membuat bayi menjadi terlalu kenyang karena akan membuat perut mereka tidak nyaman, sama seperti orang dewasa ketika kekenyangan.

Tanda bayi sudah cukup minum ASI dan sudah hampir melewati batas kenyang adalah sendawa dan ada juga yang gumoh, atau memuntahkan sedikit ASI yang mereka minum. Kondisi ini menjadi sinyal bagi Bunda untuk segera melepaskan puting agar bayi tidak terus menyusu. Bunda harus segera membersihkan bekas susu yang terkena kulit bayi agar tidak menimbulkan ruam pada bayi.

Menjalin Kedekatan Dengan Bayi

Salah satu proses tumbuh kembang anak yang tidak akan dilewatkan oleh para orang tua, terlebih para Bunda adalah menyusui. Sebab saat proses ini maka kedekatan antara bayi dan orang tua menjadi lebih terjalin. Sebenarnya bukan hanya Bunda, Ayah juga dapat menjalin kedekatan dengan anak dengan menjadi breastfeeding father.

Ayah dapat “menggantikan” posisi Bunda saat menyusui. Ayah juga harus belajar membaca tanda anak lapar serta tanda bayi sudah cukup minum ASI. Ayah dapat memberikan ASI perah yang sudah dipompa oleh Bunda. Baik lewat suapan maupun dengan gelas menyusui. Dengan lebih memperhatikan tanda yang diberikan bayi, orang tua jadi lebih paham tentang apa yang dibutuhkan buah hati.

Menyusui menjadi tanggung jawab kedua orang tua dan juga orang terdekat yang ada di sekitar bayi. Para Bunda membutuhkan dukungan agar bisa memberikan Asi secara eksklusif dan terus memberikan ASI pada buah hati mereka. Sebab proses memberikan ASI ini tidaklah semudah yang terlihat, ada banyak tantangan yang harus dihadapi para Bunda yang membuat mereka butuh untuk disemangati.

Proses memahami kebutuhan bayi seperti sinyal ketika mereka lapar dan tanda bayi sudah cukup minum ASI merupakan sebuah pembelajaran bagi semua orang tua. Proses ini tidak akan terulang lagi pada bayi yang sama setelah lewat waktu menyusui. Maka dari itu para orang tua, khususnya Bunda harus bisa menikmati kondisi ini dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.