Cara Menyimpan ASI Perah yang Baik dan Benar

Cara Menyimpan ASI Perah yang Baik dan Benar : Tren memberikan ASI Perah atau ASIP untuk anak merupakan salah satu terobosan yang menarik. Dengan mengetahui cara menyimpan ASI Perah yang baik dan benar maka orang tua dapat memberikan kebaikan ASI untuk buah hati mereka di manapun dan kapan pun. ASI perah juga menjadi solusi bagi Bunda yang kesulitan menemukan ruang laktasi terutama ketika ada di ruang publik.

Pemerintah memang sudah menerapkan perusahaan, kantor, pusat perbelanjaan dan ruang publik lain untuk memberikan ruang khusus ibu menyusui. Namun pada kenyataannya masih ada banyak tempat yang belum mengikuti keputusan ini sehingga menyulitkan para ibu ketika hendak menyusui. Dengan menggunakan ASI perah maka kesulitan ini dapat teratasi.

Bagi mereka yang sudah terbiasa memompa ASI dan menyimpan ASIP mereka, maka kekuatiran tentang kehigienisan ASIP dan seputar pertanyaan lainnya pasti sudah terlewati. Tetapi bagi para pemula, cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar memang harus diperhatikan agar kualitas ASIP tidak berubah dan tetap dapat menjadi sumber nutrisi terbaik bagi buah hati.

Pemberian ASIP dan penyimpanan yang benar ini juga memberikan keuntungan lain. Bagi para Bunda yang mempunyai ASIP yang berlebih dapat memberikan ASIP tersebut kepada Bunda maupun bayi lain yang membutuhkan. Hal seperti ini halal dilakukan namun tentu dengan beberapa ketentuan khusus yang harus diperhatikan. Proses pengiriman ASIP pun juga harus sesuai dengan standar. ( Baca Juga Pelancar ASI terbaik Bagi Ibu Menyusui )

Keuntungan Dan Cara Menyimpan ASI Perah Yang Baik Dan Benar

Pemilihan Pompa ASI

Sebelum mendapatkan ASIP tentunya Bunda harus menggunakan pompa. Ada dua jenis pompa ASI yaitu yang manual dan mesin. Keduanya tentu memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Tergantung mana yang lebih Bunda butuhkan. Yang terpenting selain pemilihan pompa yang menggunakan bahan yang tidak berbahaya, tentunya penggunaan pompa juga harus higienis.

Setelah selesai dan sebelum digunakan, pompa ASI harus disterilkan terlebih dahulu. Jangan sampai ASIP berkualitas milik Bunda yang sudah susah payah dikeluarkan malah tidak dapat diberikan kepada bayi karena sudah tercemar ketika dipompa. Jika sudah melakukan pemompaan dengan benar, maka barulah Bunda melaksanakan cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar.

Memilih Kemasan Penyimpanan

Di pasaran tersedia beberapa pilihan bagi Bunda untuk menyimpan ASIP. Botol plastik, botol kaca serta kemasan plastik khusus ASIP bisa Bunda pilih sesuai dengan kebutuhan. Ketika memilih kemasan pastikan semua menggunakan bahan yang tidak berbahaya dan memang diperuntukkan khusus untuk menyimpan ASIP.

Sebab peralatan menyimpan ASIP tentu berbeda dengan kemasan untuk keperluan umum. Dalam proses cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar nantinya ada kondisi di mana kemasan akan dibekukan dan kemudian dihangatkan, sehingga kemasan harus tahan dalam dua kondisi tersebut. Ada baiknya memilih kemasan yang berkualitas baik walaupun harganya akan lebih mahal.

Jaga Kebersihan Kemasan

Kondisi tubuh bayi memang masih lemah dan rentan dengan segala penyakit, maka dari itu semua barang yang digunakan oleh bayi selalu harus mendapat perhatian khusus. Bunda harus mensterilkan baik kemasan penampung ASI dalam pompa, kemasan penyimpanan ASI dan peralatan lainnya. Bunda dapat merebus peralatan tersebut dalam air mendidih selama lima hingga sepuluh menit.

Atau jika Bunda memiliki alat sterilisasi elektrik maka akan lebih baik karena prosesnya menjadi lebih mudah. Perhatikan bahan pembuat peralatan tersebut, jangan sampai kemasan malah rusak ketika disterilkan sehingga tidak akan mengganggu cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar. Bunda juga harus mencuci tangan dengan sabun khusus sebelum memompa dan menyimpan ASI.

Proses Pengemasan

Jika ASIP akan dibekukan maka Bunda harus segera memasukkan ASIP yang sudah dikemas ke dalam lemari pembeku. Bunda memang harus menyediakan freezer atau cooler khusus agar ASIP tidak tercampur dengan bau makanan lain maupun zat yang dibawa oleh makanan lain. Bunda tidak harus membeli, sekarang ada banyak tempat yang menyediakan persewaan pendingin khusus ASIP.

Ketika memasukkan ASIP ke dalam kemasan jangan isi sampai penuh. Terkadang ASIP bisa mengembang jika dibekukan. Cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar terlebih untuk menghindari bocor pada kemasan yang berbentuk kantong plastik adalah dengan menempatkannya ke dalam kotak kemasan lain sebelum diletakkan ke dalam pendingin. Dalam tiap kemasan tuliskan tanggal Bunda memerahnya sehingga Bunda bisa mendahulukan ASIP yang lebih dulu disimpan.

Waktu Penyimpanan

ASIP dapat disimpan hingga beberapa bulan, tergantung dari kondisi ASIP dan juga lemari pendingin Bunda, termasuk suhu penyimpanannya. Jika Bunda membekukan ASIP, maka ketika akan digunakan, cairkan dahulu ASIP dengan meletakkannya di lemari pendingin dengan suhu yang lebih rendah. Ada beberapa prinsip menyimpan ASIP yang harus Bunda ketahui agar kualitasnya tetap terjaga.

Jika diletakkan dalam suhu ruangan yaitu pada suhu 25 derajat celcius maka ASIP dapat bertahan hingga 6 jam saja. Bunda harus mengetahui cara menyimpan ASIP perah yang baik dan benar, termasuk suhu ruangan penyimpanan. Jika ASIP diletakkan di dalam boks pendingin dan ada kantong es di dalamnya, maka ASIP bisa bertahan hingga 24 jam sejak diperah.

Ketika ASIP diletakkan di dalam lemari pendingin yang memiliki suhu minimal 4 derajat celcius, maka dapat bertahan hingga 5 hari. Apabila Bunda ingin menyimpan ASIP lebih lama lagi, hingga 6 bulan, maka ASIP harus disimpan di dalam freezer dan suhunya harus 18 derajat celcius dengan titik beku di bawah 0 derajat celcius.

Ada baiknya ASIP tidak disimpan lebih lama walaupun Bunda sudah memenuhi persyaratan cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar, sebab dapat meningkatkan kemungkinan hilangnya beberapa zat yang dibutuhkan oleh bayi. Namun walau pun dibekukan dan didinginkan, ASIP jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan susu formula.

Tips Mencairkan ASI Perah

ASIP yang dibekukan dapat dicairkan dengan meletakkan ke lemari pendingin yang suhunya lebih rendah baru kemudian dihangatkan menggunakan alat penghangat elektrik maupun dengan merendamnya di dalam mangkuk yang berisi air hangat. Jangan merendamnya di dalam panci yang sedang Anda panaskan di atas kompor yang menyala karena akan menghilangkan zat penting di dalam ASI.

Jika Bunda membutuhkan segera, maka Bunda dapat mencairkannya di bawah air bersuhu biasa yang mengalir, kemudian airi dengan air hangat. Jangan lakukan perubahan suhu mendadak untuk mencairkan ASIP karena akan membuat ASIP rusak. Ketika akan mencarikan ASIP maka jangan menggunakan microwave karena akan berdampak pada kemasan yang akhirnya akan berpengaruh pada ASIP.

Untuk mengetes kehangatan ASIP, apakah sudah pas, Bunda dapat mengambil setetes dan meletakkannya pada pergelangan tangan. Untuk mendapatkan ASIP yang baik maka cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar serta cara mencairkannya harus dilakukan sesuai dengan aturan.